JAKARTA - Sebagai calon pemimpin di Jakarta,
seseorang harus lah memiliki prinsip yang menjadi pegangan untuk
memajukan wilayah dan masyarakat ibukota.
Calon gubernur Jakarta nomor pemilihan satu, Agus Harimurti Yudhoyono
sadar sebagai 'new challenger' di Pilkada Jakarta ia harus membawa
prinsip yang dapat dinilai masyarakat apakah layak menjadi pemimpin atau
tidak.
Ia sendiri mengaku memiliki dua aspek kepemimpinan ketika memutuskan mencalonkan diri di Pilkada Jakarta bersama Sylviana Murni.
"Sejak awal saya membawa dua aspek dalam kepemimpinan saya nantinya
di Jakarta, yaitu keberlanjutan dan perubahan," kata Agus saat
berkunjung ke kantor Tribunnews.com dan Warta Kota di Palmerah, Jakarta Barat, Selasa (27/12/2016).
"Sebagai penantang baru saya sadar harus meyakinkan masyarakat bahwa
saya membawa perubahan dan alternatif lain bagi masyarakat Jakarta,"
kata dia.
Disamping itu Agus juga menegaskan pentingnya aspek keberlanjutan
program-program yang telah dilaksanakan pemimpin sebelumnya untuk
membangun kota besar seperti Jakarta.
"Yang kedua adalah saya harus meyakinkan masyarakat bahwa ada
program-program baik yang harus dilanjutkan. Saya harus meyakinkan bahwa
jika saya jadi pemimpin baru tidak akan merubah total program yang
sudah dijalankan, tidak akan seperti itu," ujarnya.
"Jakarta tidak dibangun dalam waktu lima tahun terakhir. Jadi keberlanjutan adalah keniscayaan pemimpin," ujarnya.
Sebelumnya Agus Yudhoyono
mengatakan akan melanjutkan program pemerintahan Jakarta sebelumnya,
terutama embangunan moda transportasi massal yang kini telah dikerjakan
di seluruh wilayah ibukota.
Disamping itu ia juga menegaskan akan melanjutkan program kerakyatan seperti KJP dan KJS.
"Jadi kalau ada yang bilang jika saya memimpin maka KJP dan KJS akan
dihapus itu bohong. Justru akan saya tingkatkan lagi," jelasnya.
Sumber : tribunnews
