Santiago - Gempa dengan
kekuatan 7,6 skala Richter mengguncang Chile selatan pada 25 Desember
2016, memicu evakuasi ribuan warga dari area pantai, sebelum peringatan
tsunami akhirnya dicabut Badan Penanggulangan Bencana atau National
Emergency Office (ONEMI).
Onemi mencabut peringatan tsunami dan evakuasi tiga jam setelah lindu yang terjadi tepat pada Hari Natal itu terjadi.
Sebelumnya,
pihak berwenang mengeluarkan peringatan tsunami untuk area hingga 1.000
km dari pusat gempa -- yang berada di 39 km barat daya Puerto Quellon.
Angkatan Laut Chile mengatakan, enam pelabuhan kecil ditutup.
Belum
ada laporan korban jiwa dalam peristiwa gempa tersebut, namun Onemi
mengatakan, salah satu jembatan di area yang populer sebagai destinasi
wisata dan penghasil salmon itu tak bisa dilewati. Sementara, para
petugas terus berusaha memulihkan aliran listrik untuk 21 ribu rumah.
Badan Survel Geologi Amerika Serikat (USGS) menyebut, gempa terjadi pada kedalaman 34,6 km.
Guncangan
lindu juga dirasakan di sisi lain Pegunungan Andes, di Argentina,
tepatnya di barat daya Bariloche, Namun, belum ada laporan kerusakan
akibat dampak gempa.
"Ada banyak guncangan terjadi namun tak ada rumah dan bangunan yang
roboh," kata Alamiro Vera, pemilik Cabanas Hotel di Quellon, Chile.
"Namun menakutkan, guncangan menjatuhkan apapun yang ada di sekitarku."
Kepada Reuters,
saksi mata mengatakan bahwa beberapa jalan dan setidaknya satu jembatan
rusak di Quellon, terletak di Pulau Chiloe, tujuan wisata di wilayah
Los Lagos Chile.
Gempa yang terjadi merusak rencana Natal untuk
ribuan orang yang melarikan diri dari rumah mereka dengan berjalan kaki,
naik mobil, atau dengan kuda,--mencari tempat yang lebih tinggi di
tengah hujan lebat dan auman suara sirene peringatan tsunami.
Salah satunya, Denisse Alvarado yang sedang bersiap pergi ke area pedesaan untuk merayakan Natal bersama teman-temannya.
"Tiba-tiba guncangan terjadi beberapa kaki," kata pria 46 tahun itu pada Reuters. "Kupikir rumah akan roboh dan permukaan tanah bakal terbelah. Lindu terasa sangat kuat dan bunyinya keras."
Area
yang diguncang gempa pada Minggu kemarin berada di selatan Valdivia --
di mana 1.655 orang tewas pada peristiwa lindu yang terjadi pada 1960.
Pada
22 Mei 1960, gempa dengan kekuatan 9,5 SR mengguncang -- yang terkuat
sepanjang sejarah peradaban manusia. Sebanyak 1.655 orang tewas. Tsunami
yang diakibatkan gempa itu juga menewaskan 68 orang di Hawaii, 138
orang di Jepang, dan 32 orang di Filipina.
Pada tahun 2010,
giliran lindu 8,8 skala Richter mengguncang Chile. Badan Antariksa
Amerika Serikat (NASA) mengatakan, gempa saat itu kemungkinan menggeser
poros bumi dan memperpendek usia hari.
