Yolandi: Pemulung Difabel Yang Kini Berdagang Sayur Karena Netizen... bantu SHARE ya

Kami sudah menyaksikan berulang kali: kekuatan cerita dan netizen mampu mengubah kehidupan seseorang menjadi jauh lebih baik.
Kali ini, cerita itu datang dari seorang difabel bernama Yolandi.

Yolandi adalah seorang pemulung dengan keterbatasan fisik. Kakinya cacat karena polio, sehingga untuk berjalan saja, dia butuh alat bantu.
Ketika awal menjadi pemulung, Yolandi mengalami cobaan luar biasa. Bayangkan saja, dengan keterbatasannya, ia rata-rata harus berjalan kaki sejauh 15-20 km per hari. Bahkan ia pernah membawa tiga karung sekaligus!
Tak jarang juga Yolandi mendapat cacian dari orang-orang sekitar.
“Udah kaki pincang, gembel, ngapain jadi pemulung.”
Yolandi memulung dengan alat bantu
Tapi senyumnya tak pernah pudar. Baginya, semua hanya ujian yang membuatnya bekerja lebih keras. Dan meskipun hanya mendapatkan 20-50 ribu per hari, Yolandi rela bekerja dengan keras karena satu alasan.
Keluarga
Yolandi yang berumur 30 tahun harus menjadi tulang punggung keluarga, menghidupi kedua orang tua dan empat keponakannya yang ditinggal orang tuanya entah ke mana.
Pak Benjol (55) - sang ayah - sudah tidak bisa melihat selama 8 tahun karena katarak atau glaukoma. Sementara Mumun (70) - sang ibunda - masih harus setia menemaninya mendorong gerobak untuk memulung.
Yolandi dan ibunya yang mendorong gerobak saat memulung

Yolandi dan ibunya menjual hasil memulung
“Saya selalu bersemangat memulung karena ada ibu yang ikhlas membantu. Ibu adalah surga bagi saya. Beliau merupakan penyemangat buat hidup saya,”
#Putusuratmiskin, sebuah komunitas sosial mendengar cerita Yolandi dan tergerak membantunya punya kehidupan yang lebih baik.
Mereka berdiskusi dengan Yolandi, dan berinisiatif memberikan Yolandi sebuah sepeda motor khusus difabel agar dia bisa berdagang sayur dan tidak mencari barang rongsokan lagi.
Melalui halaman kitabisa.com/motoruntukyolandi, komunitas #Putusuratmiskin menuliskan cerita Yolandi dan menyebarkannya melalui sosial media. Tak disangka, ratusan orang membagikan cerita Yolandi dan menarik orang-orang baik berdonasi.
Di akhir, inisiatif ini berhasil mengumpulkan dana lebih dari 20 juta dari 111 donatur
Dana ini kemudian dibelikan motor khusus untuk Yolandi.
Yolandi dan motornya, hadiah kebaikan netizen
Kini, Yolandi sudah meninggalkan profesi lamanya dari pemulung menjadi pedagang sayur.
Kini Yolandi berjualan sayur mayur
Berkat bantuan netizen, kini Yolandi memulai hidup barunya. Menghidupi keluarganya dengan berdagang tanpa lagi kesulitan berjalan setiap harinya.
Yolandi dan pekerjaan barunya
Terima kasih untuk semua #OrangBaik yang sudah berbagi kebaikan dan memberikan senyuman untuk Yolandi, dan keluarganya.
Semoga kebaikan ini mampu menginspirasi kebaikan-kebaikan lainnya.
Bantu share cerita ini agar lebih banyak orang terinspirasi berbagi.
Salam kebaikan,
- Kitabisa.com