Cerita tentang Ibu yang Menggendong Anaknya Kemana pun Ia Pergi.... Bantu SHARE ya sahabat

Cerita tentang Ibu yang Menggendong Anaknya Kemana pun Ia Pergi
---------------------------
"Kaki ibu ini sebagai ganti kakimu". Kata-kata penuh kasih sayang ini terlontar lembut dari Tatik Sukilah (47) sembari mengendong putranya, Erry Susilo (16).
Erry menderita kelumpuhan dari leher hingga kaki. Ke mana pun ia pergi, ia selalu digendong oleh Tatik.

Tatik menuturkan, saat masih kecil, kondisi fisik Erry Susilo seperti anak-anak lainnya.
"Kelas III SD, Erry tiba-tiba saat jalan sering jatuh karena kakinya lemas dan hanya merangkak," ujar Tatik
Melihat putranya mengeluh lemas, Tatik melakukan berbagai usaha untuk menyembuhkan Erry.
Ia mencari dokter maupun pengobatan alternatif. Tak hanya di Yogyakarta, Tatik bahkan datang ke Klaten, Jawa Tengah, demi kesembuhan Erry.
Tidak sedikit uang yang ia keluarkan demi sang buah hati. Rumahnya di Purworejo terpaksa dijual meski sedang dalam proses pembangunan dari hasil menabung saat bekerja di Jakarta.
"Sampai habis-habisan, rumah dijual pokoknya demi anak sembuh saya lakukan," ucapnya.
Malang bagi Erry, ia tidak kunjung sembuh. Hingga akhirnya salah satu dokter spesialis saraf di Yogyakarta mengatakan bahwa Erry menderita duchenne muscular dystrophy (DMD) atau degenerasi otot. Penyakit ini tidak ada obatnya.
"Katanya tidak ada obatnya, hanya kasih sayang orangtua lah yang akan menguatkannya," tuturnya.
Sejak itu, Tatik selalu ada untuk Erry.
Saat duduk di Sekolah Dasar Lempuyangan Kota Yogyakarta, Erry berangkat dan pulang sekolah dengan digendong ibunya.
Ketika Erry sudah beranjak SMP dan SMA dan lokasi sekolahnya jauh, Tatik pun harus menyewa ojek untuk mengantar dan menjemputnya.
Sering kali tatkala tidak mempunyai uang untuk membayar ojek, Tatik menggendong putranya jalan kaki ke SMA Negeri 11. Kurang lebih satu jam ia berjalan melewati trotoar.
Di usianya yang tidak muda lagi, Tatik harus beberapa kali berhenti di pinggir jalan untuk beristirahat sambil mengatur napas.
"Di jalan, yang bikin hati saya 'greeeg' saat Erry bertanya, 'Ibu capek? Ibu malu enggak gendong Erry? Ibu semangat, ya," tutur Tatik sambil memegang dada.
"Saya jawab, 'Ibu tidak capek gendong Erry, tidak malu. Ibu selalu ada untuk Erry'," ucapnya mengulang jawaban ke Erry.
Tidak hanya sekali-dua kali Erry menanyakan itu kepada ibunya. Remaja kelahiran 14 Januari 2000 ini memang sangat menyayangi ibunya.
"Alhamdulilah, selama ini Erry selalu diterima di sekolah negeri. Rata-rata nilainya bagus, tulisannya juga bagus," kata Tatik.
"Setiap kali shalat, saya minta kepada Allah agar Erry sukses dulu. Saya baru lega kalau sudah sukses dan punya istri yang merawat, itu yang saya pikirkan sampai saat ini," kata Tatik.
Kompas.com pun berinisiatif menggalang dukungan dari publik melalui Kitabisa.com untuk membantu Perjuangan Bu Tatik dalam merawat mimpi Erry.
Melalui halaman kitabisa.com/supporterry, Kompas mengajak publik membantu Erry dengan membelikan kursi roda, kaca mata, dan keperluan kuliah.
Hingga saat ini, sudah terkumpul >66 Juta dari 182 donatur
Terima kasih untuk para donatur yang sudah membantu
Semoga cerita Bu Tatik dan Erry bisa jadi inspirasi kebaikan untuk kita semua :)
Yuk bantu share cerita baik ini :)